Filosofi Logo Pancalaku

plthumb

PancaLAKU adalah OLAH HATI menuju Hati yang Bersih Bening yang dilambangkan oleh simbol hati yang putih; sekaligus OLAH JIWA, yang dilambangkan oleh elips yang terus tumbuh kesadaran spiritualnya ke atas, ke ilahiah. Cahaya Jiwa yang belum dewasa secara spiritual mata batin/mata ketiga/ajna berwarna latho’if Kuning Muda. Sedangkan Jiwa yang semakin dewasa secara spiritual secara mata batin berwarna latho’if HIJAU ZAMRUD. Sehingga dapat dimengerti jika dalam hadits-hadits diriwayatkan antara lain bahwa warna favorit Baginda Nabi saw adalah PUTIH dan HIJAU. Surban Nabi Muhammad saw berwarna HIJAU. Putih menandakan KEBERSIHAN HATI/NIAT TULUS semata di jalan ALLAH, dan HIJAU (ZAMRUD) menandakan KEDEWASAAN SPIRITUAL yang semakin menuju FANAFILLAH.

 

Dalam dimensi batin saat mencapai Maqom Qalb, cahaya Jiwa terlihat berwarna Kuning;

Saat mencapai Maqom Sirr (Rahasia), cahaya Jiwa terlihat berwarna Merah;
Saat mencapai Maqom Sirr as-Sirr (Rahasianya Rahasia), cahaya Jiwa terlihat berwarna Putih
Saat mencapai Maqom Khafa (yang Tersembunyi), cahaya Jiwa terlihat berwarna HIJAU ZAMRUD
Dan saat mencapai Maqom Akhfa (Yang PALING TERSEMBUNYI), cahaya Jiwa terlihat berwarna HITAM seperti KOSONG TIDAK ADA APAPUN karena LENYAP/TIADA/FANA dalam Hadirat ALLAH sehingga tidak terlihat cahaya jiwa apapun kecuali HITAM, tapi justru di balik HITAM ini akan memancar keluar CAHAYA BENDERANG HAKIKAT MUHAMMAD (CAHAYA DI ATAS CAHAYA) menembus Cahaya Hitam itu, dan di balik HAKIKAT MUHAMMAD itu lah adalah WAJAH ALLAH YANG ABADI. Begitu bersinarnya WAJAH ALLAH sehingga harus ditirai oleh CAHAYA HAKIKAT MUHAMMAD (CAHAYA DI ATAS CAHAYA) karena kalau tidak makhluk dan seluruh isi dunia TERBAKAR HABIS. Itu lah mengapa dalam syahadat ketika menyebut atau bersaksi kepada ALLAH tanpa MUHAMMAD tidak lengkap. Karena ketika seorang melihat/menyaksikan WAJAH ALLAH pasti lihat HAKIKAT MUHAMMAD, sebaliknya siapa YANG LIHAT HAKIKAT MUHAMMAD maka di balik HAKIKAT MUHAMMAD itulah WAJAH ALLAH YANG ABADI.

~ Yos Wiyoso Hadi

 

“Dan tetap kekal WAJAH Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”
( QS. Ar-Rahmaan, ayat ke-26 )

amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.