Lihat! Tuhan sediakan daun pisang buat kita

Melalui keteladanan semasa hidupnya, si hamba mengajarkan:
Janganlah bersikap dan berkata kasar
karena akan mengurangi kepekaan batin mendengar dan melihat hidayah Tuhan

Puasa bicara lah
daripada menyakiti orang dengan kata-kata fitnah dan dusta
meski tak disengaja

Berikanlah seluruh makan siangmu pada fakir miskin kelaparan yang datang padamu
meski engkau sendiri makan terakhir kemarin malam

Kita tak kaya, payung pun tak punya
jangan sedih nduk, bersyukurlah
lihat! Tuhan sediakan daun pisang buat kita

Lihatlah manfaatnya bukan mewahnya

Didiklah dengan keteladanan sebelum dengan ucapan
ajari dengan kelembutan, janganlah dengan paksaan

Janganlah terjerumus dalam perangkap tipu daya hawa nafsu setan dengan:
Balaslah keburukan dengan kebaikan
Balaslah kekasaran dengan kesantunan
Balaslah kemarahan dengan kasih sayang
Balaslah hiruk pikuk dengan hening
Balaslah hening dengan pencerahan

Nduk, wasiat bapak paling berharga:
hiduplah dalam keadaan berserah diri hanya kepada Dia Yang Esa

Itulah perjalanan hidup seorang hamba Allah yang hidup sederhana bernama Ki Darsosumarto
(wafat hari Jum’at, 8 Bakda Mulud 1889, Klaten)

Ya Allah ya Rabbi jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bisa meneladani kebaikan orang-orang terdahulu.
– Wiyoso Hadi –

3 thoughts on “Lihat! Tuhan sediakan daun pisang buat kita

  1. Cahyana Ahmadjayadi says:

    Kidung daun pisang.
    Hijaumu adalah olah jiwamu,
    Rundukmu, wujud rendah hatimu,
    Bonggolmu, habitat benih olah pancalaku
    Pelepahmu, tahapan maqommu,
    semakin dalam semakin dzikir batinmu,
    Buahmu, menebar nutrisi imanmu
    Jantungmu, denyut ruhanimu
    Hancur luluhmu, penyubur kehidupan Rabbani,
    Maknamu adalah kesederhanaan,
    15 Ramadhan 1434H
    Maknamu adalah
    Sungguh indah filsafat daun pisang

  2. Cahyana Ahmadjayadi says:

    Kidung daun pisang.
    Hijaumu adalah olah jiwamu,
    Rundukmu, wujud rendah hatimu,
    Bonggolmu, habitat benih olah pancalaku
    Pelepahmu, tahapan maqommu,
    semakin dalam semakin dzikir batinmu,
    Buahmu, menebar nutrisi imanmu
    Jantungmu, denyut ruhanimu
    Maknamu adalah hakikat kesederhanaan, 15R1434H
    Hancur luluhmu, penyubur kehidupan Rabbani,
    Maknamu adalah kesederhanaan,
    15 Ramadhan 1434H
    Maknamu adalah
    Sungguh indah filsafat daun pisang

  3. fina sastrawinata says:

    Saya suka sekali tulisan ini..begitu jujur dan bersahaja..terima kasih atas post nya

Leave a Reply to Cahyana Ahmadjayadi Cancel reply

Your email address will not be published.