What is the secret ?

A good lady once asked a young man: “I wonder why the elderly and powerful people listen to you? How come?”

The young man replied: Be always honest with yourself, be always honest with God, be always honest to the people, and have always a sincere good and right intention. Then Allah will give you inspiration and power into your heart what to say, when to say and how to say whether it should be said openly (verbal) or secretly, through heart to heart. And they whose heart has been opened by God will listen and follow what you say even if you are just an ordinary child because the Divine inspiration and its power are within your heart. Just remember: be always honest and have always a sincere good and right intention. Then you can do it as I do.”

[translation]
Suatu ketika, seorang wanita baik-baik bertanya kepada seorang pemuda: “Saya heran mengapa orang-orang tua (para sesepuh) dan orang-orang yang punya pengaruh besar mendengarkanmu? Bagaimana bisa?”

Si pemuda menjawab: Jujurlah selalu pada dirimu, jujurlah selalu pada Tuhan, jujurlah selalu kepada orang-orang, dan selalu miliki niat tulus yang baik dan benar. Maka Allah akan memberimu ilham dan kekuatan ke dalam hatimu (perihal) apa yang harus disampaikan, kapan harus disampaikan, dan bagaimana harus menyampaikannya -apakah hal tersebut harus disampaikan secara terbuka (lisan) atau secara batiniah (melalui kalbu ke kalbu). Dan mereka yang telah dibukakan hatinya oleh Tuhan akan mendengar dan mengikuti apa yang kamu sampaikan bahkan andaipun kamu hanyalah seorang bocah biasa sebab Ilham Ilahiah beserta Kekuatan Ilahiah-nya ada dalam hatimu. Hanya ingat: jujurlah selalu dan miliki niat tulus yang baik dan benar selalu. Maka Anda bisa melakukannya sebagaimana saya lakukan.”

* * * * *

Someone once asked his friend, “What is the secret brother, so that you have many friends from different educational backgrounds, social ranks, ethnic groups, religions/beliefs and nations who sincerely and gladly love to help you?”

His friend, a bachelor in his thirties, replied, Sincerely love the people with whom we interact. And that (Sincerely Love) is reflected in the tender glance and kind smile, listening more and giving more than asking, and talking in accord with the state of consciousness and the degree of understanding of those we talk to, otherwise it is better to keep quiet.”

[translation]
Seorang bertanya kepada sahabatnya: “Apa rahasia mas sehingga punya banyak teman dari berbagai macam latar belakang pendidikan, strata sosial, suku, agama, dan bangsa yang dengan ikhlas dan senang hati suka membantu mas?”

Dijawab sahabatnya itu yang masih bujangan usia 30an tahun:Sayangilah orang-orang yang berinteraksi dengan kita dengan tulus hati, dan itu tercermin dari pandangan mata dan senyuman yang hangat, lebih banyak mendengar dan lebih banyak memberi daripada meminta, dan berbicara sesuai tingkat kesadaran dan pemahaman lawan bicaranya atau lebik baik diam.”

* * * * *

A religious couple once asked their good friend:
You are not a scholar of the Holy Scripture but why is your counsel touching and helpful?”

Their friend smiled and said:
I am here to help not to preach.
By preaching sometimes we want to show others how good we are.
By helping sincerely we want to show them how good they can be.
They can even be better than us.
Preachers can preach about Divine’s Love all day long.
While true helpers can make people close and happy with God just by saying:
‘We love you.’

[translation]
Sepasang orang saleh suatu ketika bertanya kepada sahabat baik mereka:
“Kamu bukan ulama tapi mengapa nasihatmu menyentuh dan membantu?”

Sahabat mereka tersenyum dan berkata:
“Saya di sini untuk menolong bukan untuk berkotbah.
Dengan berkotbah kadang-kadang kita ingin menunjukkan betapa baik diri kita.
Dengan menolong tulus dari hati, kita ingin menunjukkan betapa bisa baiknya mereka.
Mereka bahkan bisa lebih baik daripada kita.
Para pengkotbah bisa berkotbah soal Cinta Ilahiah sepanjang hari.
Sedangkan para penolong yang tulus dari hati, bisa membuat orang-orang jadi
dekat dan bahagia dengan Allah dengan hanya berkata:
‘Kami sayang Kalian.’ “

~ Yos W. Hadi

Leave a Reply

Your email address will not be published.