Kemuliaan seseorang di sisi Allah

Janganlah sombong
kerajaan Langit bersemayam dalam hati suci hamba-hamba-Nya yang saleh
menjadikan empunya dapat membuka dan menarik hati orang-orang yang DIA kehendaki, kembali kepada-Nya

karunia dari Langit dan di bumi diwarisi
kepada hamba-hamba-Nya yang sabar dan saleh

tiada nabi yang diutus sesudah Muhammad,
hamba-hamba saleh yang terpilih menerima limpahan cahaya terang penerang
melalui pancaran benderang ungkapan hati suci Hakikat Muhammad:
melalui Dzawq, Penyingkapan Hati, dan Mimpi-Mimpi yang Benar

Dan ingatlah Kisah Adam yang ilmu makrifatnya ditakdirkan melebihi Ibrahim
namun di sisi Allah, kemuliaan Ibrahim melebihi Adam

Sungguh kemuliaan seseorang di sisi Allah,
bukan karena karunia kelebihan yang ditakdirkan kepadanya

tapi sejauh mana mengamalkan karunia kelebihannya
yang Allah takdirkan kepadanya
untuk beramar makruf nahi munkar

Mahasuci Allah Yang Menetapkan lagi Menyempurnakan
dan Allah Mahateliti lagi Mahabijaksana dalam penciptaan

(Sabtu ba’da subuh, 11 Ramadhan 1423H/17 November 2002)

Memahami Energi Latho’if Para Nabi dan Wali melalui PancaLAKU (2)

Pada saat kita sudah terbiasa amalkan PancaLAKU maka kita akan terbiasa setiap saat “melihat” melalui mati hati/mata ketiga/mata batin dan dibimbing oleh berbagai variasi Cahaya-Cahaya halus LATHO’IF dalam kehidupan dan aktivitas kita sehari-hari. Uraian lengkapnya silakan baca di facebook penulis. Namun ringkasnya (maaf lagi-lagi dalam bahasa Inggris) adalah sebagai berikut:

Through the purity of the mind shines out the lata’if (subtle) Blue lights of Aql-i-Awwal (First Intellect) or Aql-i-Kulli (Universal Intellect), also known by the western spiritualist as “Nous” (the Divine Mind). Continue reading

Memahami Energi Latho’if Para Nabi dan Wali melalui PancaLAKU (1)

Mengingat di Facebook penulis banyak bergabung orang-orang asing pengikut, pencinta (muhibbun) dan/atau orientalist pengamat intens thariqat-thariqat dari Asia yang tumbuh berkembang di Eropa, Afrika, Amerika dan Australia, yang pingin tahu hubungan PancaLAKU dengan RAHASIA-RAHASIA LATHO’IF Baginda Nabi Muhammad saw, Nabi Khidhr as dan para Waliyullah, khususnya para “Wali Mastur” (Wali-Wali Allah yang tersembunyi maqomnya, yang dari penampilan lahiriahnya banyak orang tidak sangka bahwa mereka yang tampak “biasa-biasa” itu bahkan “tidak dianggap” dalam majelis-majelis dan acara-acara keagamaan itu, ternyata termasuk dalam golongan Wali-Wali-Nya) sejak zaman Nabi Adam as. hingga sekarang, maka berikut tanggapan penulis kepada mereka: Continue reading

Ilham-Ilham Suci

BismillahirRahmaanirRahiim

Alhamdulillah hatur nuhun Kang Dodi, Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk senantiasa memberi petunjuk kepada kita melalui tanda-tanda kelahiran, pergerakan, pertumbuhan, perkembangan dan kematian di alam semesta, melalui sejarah perjalanan hidup dan peradaban manusia, melalui lisan para nabi, melalui kitab-kitab suci, dan melalui hati kita dalam setiap waktu. Karena DIA lah Yang Maha Pemberi Petunjuk di setiap saat dan di mana pun kita berada.

Namun belum semua dari hamba-hamba-Nya yang beriman dan saleh/ah dapat ‘mendengar’ dan ‘membaca’ nasihat-nasihat hikmah dan peringatan-peringatan-Nya yang turun melalui kalbunya masing-masing. Shummun bukmun ‘umyun fahum laa yarji’uun {QS 2:18}

Bahkan ada sebagian yang tertutup hatinya, jangankan untuk mendengar dan membaca, untuk menerima nasihat-nasihat hikmah dan peringatan-peringatan-Nya saja hati mereka tidak dapat menerimanya. Hati mereka masih tertutup, belum terbuka. Waqaaluu quluubunaa ghulfun bal la’anahumullaahu bikufrihim faqaliilan maa yu’minuun {QS 2:88} Continue reading

Mengakses Energi Universal dan Cahaya Ilahi dalam Diri

BismillahirRahmaanirRahiim
Salam Sejahtera bagi semua

Dear All,

Jika kita bisa menjaga hati dan pikiran kita dari lintasan-lintasan ego dan hawa nafsu atau dalam bahasa para Walisongo disebut KALI-JAGA (baca: Menjaga “Aliran” {bahasa simbolik jawanya: “KALI”} lintasan bersitan pikiran dan hati kita) melalui PancaLAKU, maka kita meskipun bukan mursyid, murid, salik ataupun bukan anggota thariqat manapun jua, i’nsya Allah dapat pula akses ke AIR KEHIDUPAN PENGETAHUAN SPIRITUAL yang tak pernah habis mengalir melalui kalbu kita masing-masing. AIR KEHIDUPAN itu adalah CAHAYA LATHO’IF (HALUS) PETUNJUK-PETUNJUK SPIRITUAL.

Berdasarkan pengalaman pribadi saat SMP, yos remaja kaget ketika pertama kali membacakarya Imam Al-Ghazali Misykat al-Anwar. Apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali secara “sublim” (tidak secara detail deskriptif simbolik) adalah sama dengan apa yang si yos kecil juga pernah “saksi”-kan dalam kalbunya sendiri melalui CAHAYA LATHO’IF antar usia 8 tahun sd sekitar 12 tahun itu, tanpa pernah membaca buku Imam Al-Ghazali bahkan tidak pernah kenal nama Imam Al-Ghazali sebelumnya. Maklum waktu kecil di Jerman hingga kembali ke Indonesia saat kelas 5 Grundschule (SD), nama Al-Ghazali asing di telinga yos karena tidak pernah disebut sewaktu tinggal di Jerman. Kemudian saat SMA di Depok, si yos terhenyak saat pertama kali baca tulisan Jalal’uddin Rumi qs Fihi Ma Fihi. Apa yang disampaikan Rumi qs. secara “sublim” (tidak secara detail deskriptif simbolik) adalah sama dengan apa yang si yos juga “saksi”-kan dalam kalbunya sendiri melalui CAHAYA LATHO’IF antar usia 12 tahun sd sekitar 18 tahun itu, tanpa pernah membaca karya Rumi sebelumnya. Kemudian saat lulus kuliah dan mulai kerja di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI, si yos kembali terhenyak ketika bersentuhan untuk pertama kali dengan ulasan-ulasan tentang tulisan Ibn A’rabi qs. Lagi-lagi apa yang disampaikan Ibn A’rabi qs. secara “sublim” (tidak secara detail deskriptif simbolik) adalah sama dengan apa yang si yos juga “saksi”-kan dalam kalbunya sendiri melalui CAHAYA LATHO’IF tanpa pernah mengetahui pandangan-pandangan spiritual Ibn A’rabi qs. sebelumnya. Continue reading

Obat Bahagia (the King Medicine of HAPPINESS)

BismillahirRahmaanirRahiim

Dear All,

In the end, the king medicine of all medicines of Happiness, source of all sources of Happiness, as well as the climax of all gratefulness and love to God is (in Bahasa: Pada akhirnya obat segala obat Bahagia, sumber segala tombo ati, sekaligus puncak segala syukur dan cinta kita kepada Tuhan adalah) :“Grief comes from ego, eternal happiness comes from the annihilation of the ego in God’s Will (Fanafillah).”

~Yos Wiyoso Hadi (January 18, 1975 – ) Continue reading

Because it is already in their hearts and souls

BismillahirRahmaanirRahiim

Para pejalan spiritual mancanegara bertanya-tanya mengapa saya tidak membahas soal siapakah the 144.000 selected ones (versi Kristiani dan Yahudi), atau Imam Mahdi bersama 313 lebih pengikut setianya berjiwa ksatria, di mana 50 di antaranya adalah ksatria wanita (versi Imam Muhammad al-Baqir ra), atau ratu adil alias satrio piningit (versi Jayabaya) atau bocah angon (versi Walisongo), pemuda bani tamim (versi hadits riwayat Thabrani), atau siapakah man from the east (versi Nostradamus) itu? tapi malah mengajak orang-orang dari berbagai belahan dunia untuk FANAFILLAH. Jawaban saya kepada para pejalan spiritual mancanegara adalah sbb: Continue reading

I am weak, but never give up

I am a weak servant with so many weaknesses
But I try best to be a better man day by day
Struggling against my Ego, my biggest enemy
And try hard to never give up till Death comes and takes me.

——————————–

Saya hamba lemah dengan banyak sekali kelemahan
Tapi saya berusaha yang terbaik untuk menjadi manusia lebih baik dari hari ke hari
Berjuang melawan nafsu egoku, musuh terbesarku
Dan berusaha keras untuk tiada menyerah hingga kematian datang dan mengambilku.

~ Yos W. Hadi

Everything is Energy

Everything is energy, including the soul. As energy, bad soul is never lost but transforms into good soul by doing PancaLaku (“the Five Noble Deeds”), which is purifying the soul continuously with:
1. TAWADU’: Humble in God’s presence and humble towards people;
2. SIDDIQ: Truthful to the inner self and in all affairs of life;
3. IKHLAS: Sincerity of intention in all actions to please no one but God, the One only;
4. ZUHUD: Non-attachment from all that which distracts from God;
5. FANA FILLAH: Extinction of the self in God.

Good souls are those that have achieved the station of Fanafillah. Fanafillah is leaving the ego totally behind and be completely absorbed in God’s Will. In Fanafillah there is no more I or we, but the Will of GOD only flowing/manifest completely through the soul, the mind and the body. Continue reading

What is the secret ?

A good lady once asked a young man: “I wonder why the elderly and powerful people listen to you? How come?”

The young man replied: Be always honest with yourself, be always honest with God, be always honest to the people, and have always a sincere good and right intention. Then Allah will give you inspiration and power into your heart what to say, when to say and how to say whether it should be said openly (verbal) or secretly, through heart to heart. And they whose heart has been opened by God will listen and follow what you say even if you are just an ordinary child because the Divine inspiration and its power are within your heart. Just remember: be always honest and have always a sincere good and right intention. Then you can do it as I do.” Continue reading